Sahabat SILAT
Sebagaimana bahasa lainnya yang memisahkan penulisan kata per
kata, bahasa Alqur’an juga demikian. Penulisan satu kata akan di pisahkan
dengan kata berikutnya. Jadi… antara satu kata dengan kata berikutnya, terdapat
tempat kosong (baca : spasi).

Oleh karena itu, SPASI tidak mempunyai hak ketukan. Perhatikan
kasus berikut ini:

Sahabat SILAT
Ketahuilah, bahwa sekalipun spasi memakan tempat, namun spasi
tidak terbaca, karena tidak ada tulisan khurufnya kan ?
Oleh karena itu, SPASI tidak mempunyai hak ketukan. Perhatikan
kasus berikut ini:
Sahabat SILAT
Mengetahui pedoman ini cukup penting. Kenapa ? Kebanyakan orang
tidak memperhatikan prinsip ini, sehingga salah dalam membaca Alqur’an.
Dari pengamatan banyak kasus dalam mengajar Alqur’an, penulis
mendapati kesalahan ini cukup dominan terjadi. Dimana kebanyakan orang ‘TELAT
MIKIR’ ketika membaca khuruf/kata setelah SPASI, sehingga khuruf yang
seharusnya pendek di baca panjang. Keterlambatan ketukan, berarti
pemanjangan suara khuruf. Pemanjangan suara khuruf yang tidak pada tempatnya
akan mengubah arti bacaan Alqur’an.
Untuk latihan yang ringan, cobalah anda belajar membaca contoh
deret kata di atas. Tiga kata di atas, semuanya terdiri atas 7 huruf. Jada pada
kasus di atas, hanya ada 7 ketukan saja. Tolong diingat, SPASI itu tidak
mendapat ketukan. Dan…. setiap ketukan itu harus mempunyai durasi waktu yang
tetap dan teratur.
Silahkan anda mencoba sesuai kemampuan anda. Satu khuruf per
detik ? Silahkan dicoba ! Satu khuruf per setengah detik juga boleh ?! Atau…
gandakan kemampuan anda dengan membaca satu khuruf per seperempat detik !!
Prinsipnya : KETUKAN ITU TETAP dan TERATUR !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Syukron Katsiron