Apakah ketukan itu ?
Ketukan mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam pembacaan
Alqur’an. Anda tidak boleh mengabaikannya. Pengetahuan dan praktek yang baik
mengetuk bunyi per khuruf Alqur’an, akan menentukan keberhasilan anda belajar
membaca Alqur’an. Keberhasilan anda akan dimulai dari kemampuan memberikan hak
ketukan per huruf Alqur’an.
Sahabat SILAT
Ketahuilah bahwa satu-satunya kitab yang mengatur cara pembacaan
hingga ke teknik ketukan huruf per huruf, itu hanyalah kitab Alqur’an. Hal ini
menjadi penting, agar bacaan Alqur’an keluar mengalir dengan teratur dan indah
didengarkan.
Sahabat SILAT
Ketukan adalah teknik pengucapan per khuruf Alqur’an dengan
memperhatikan waktu pengucapan. Waktu pengucapan per khuruf Alqur’an memiliki
‘satuan lama’ yang jelas, tetap dan teratur. Penulis mengajak anda untuk
memahami konsep ketukan ini, sehingga anda akan mempunyai kemampuan terbaik
membaca Alqur’an.
Pertama, anda harus memilih
satuan waktu yang tetap dan teratur.
Contohnya, yang mudah dipahami semua orang, satuan waktu ‘DETIK’ jam. Detik jam memiliki pola satuan yang jelas, tetap dan teratur. Lama satu detik, selalu sama, susul menyusul. Tik… tik… tik… tik…. Demikianlah pola waktu yang dihasilkan dari detik jam. Jelas, tetap dan teratur.
Contohnya, yang mudah dipahami semua orang, satuan waktu ‘DETIK’ jam. Detik jam memiliki pola satuan yang jelas, tetap dan teratur. Lama satu detik, selalu sama, susul menyusul. Tik… tik… tik… tik…. Demikianlah pola waktu yang dihasilkan dari detik jam. Jelas, tetap dan teratur.
Kedua, Anda harus memahami
konsep ketukan dalam membaca Alqur’an.
Ketahuilah, bahwa secara umum, Alqur’an, dilihat dari sisi
teknik pembacaannya, adalah deret huruf yang harus dibaca rata waktu
ketukannya. Dalam hal ini, Alqur’an adalah deret khuruf yang masing-masing
khurufnya mempunyai hak ketukan yang sama, tetap dan konstan. Jika hak ini
tidak diberikan, maka output bacaan anda akan timpang, tidak indah dan sangat
membosankan untuk didengar.
Ketiga, Anda harus konsisten
menjaga durasi ketukan.
Jadi anda harus konsentrasi untuk menentukan seberapa cepat
bacaan anda, kemudian pertahankan supaya ketukan anda menjadi tetap dan
teratur.
Sebagai contoh, misalnya anda masih sangat pemula dalam
mempelajari Alqur’an, anda dapat memilih satuan waktu ‘per 1 detik’ dalam
membaca tiap khuruf Alqur’an. Tempo per 1 detik ini sangat lambat, namun
sangat bermanfaat bagi pelajar pemula yang masih sangat kurang berinteraksi
dengan khuruf Alqur’an. Waktu 1 detik per satu khuruf dimaksudkan untuk
memberikan space berpikir menyebut bunyi khuruf.
Semakin lama anda berinteraksi dengan khuruf Alqur’an, akan
menjadikan anda akrab dan hafal khuruf-khuruf Alqur’an. Tentunya, ini akan
berpengaruh kepada peningkatan kemampuan mempercepat ketukan bacaan anda. Setelah
anda hafal, anda harus meningkatkan pola ketukan bacaan anda, dari 1 detik per
khuruf secara tetap, menjadi 1/2 detik per khuruf secara konstan. Hal ini
dimungkinkan, karena anda sudah hafal khuruf dan tidak membutuhkan upaya
‘berpikir’ yang cukup lama.
Demikian pula, bila anda sudah semakin terbiasa mengucapkan
khuruf Alqur’an, anda harus meningkatkan lagi stadium ketukan anda, dari 1/2
detik per khuruf menjadi 1/3 atau 1/4 detik per khuruf secara konstan. Bila
anda mampu, anda dapat menggandakannya lagi lebih dari itu.
Menurut perhitungan penulis, kemampuan membaca per 1/4 detik per
1 khuruf, itu adalah kemampuan baca yang sangat baik. Ketukan per 1/4 detik
akan menghasilkan bacaan yang tergolong lambat, dan bacaan Alqur’an masih cukup
mudah untuk ditadabburi.
Sahabat SILAT
Ketukan itu… intinya adalah ketepatan mengucapkan tiap satu
khuruf Alqur’an dengan satuan waktu yang tetap, konstan dan beraturan.
Sahabat SILAT
Semakin lama anda belajar membaca Alqur’an, anda akan menemukan
berbagai peristiwa dalam tulisan khuruf Alqur’an. Misalnya, khuruf yang mati,
khuruf yang bertasydid, khuruf mad (15 kasus), khuruf dengung (7 kasus) dan
cara-cara berhenti membaca. Semua peristiwa itu, mempunyai hak ketukanyang
berbeda-beda. Anda harus mempelajarinya dengan seksama sehingga dapat
menghasilkan praktek pembacaan yang benar.
Sahabat SILAT
Apabila anda membaca buku-buku tajwid, anda hanya akan
mendapatkan sisi teori/hukum tajwidnya saja. jarang sekali ada buku tajwid yang
memuat cara membaca secara detil hukum-hukum tajwid yang diterangkan di
dalamnya.
Kehadiran materi khusus
yang membahas masalah teknik ketukan ini,
menjadi sangat penting bagi anda yang ingin belajar secara baik. Dan inilah
sisi lebih dari blog ini, yang akan memuat tehnik pembacaan tiap peristiwa
tajwid dalam pembacaan Alqur’an.
Penulis akan mencoba untuk dapat membuat tulisan tentang teknik
menghitung ketukan ini, berdasarkan bimbingan yang penulis dapatkan melalui
pembimbing Alqur’an. Saya yakin, anda akan sangat membutuhkan penjelasan ini,
terutama bagi yang belum pernah mendapatkan bimbingan langsung dari guru
Alqur’an.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Syukron Katsiron